Postingan

(Opini) MEREFLEKSIKAN PERUBAHAN PERILAKU DEMONSTRAN PADA DEMONSTRASI 25 AGUSTUS 2025

Beberapa waktu lalu, Indonesia menjadi perhatian dunia karena terjadi demonstrasi besar-besaran oleh masyarakat untuk menuntut perbaikan atau bahkan “pembubaran” DPR. Demonstrasi tersebut berlangsung sejak tanggal 25 Agustus. Dalam kacamata politik, demonstrasi adalah sesuatu yang baik bagi perkembangan dan kemajuan negara. Namun saya menemukan bahwa dari waktu ke waktu demonstrasi yang terjadi memperlihatkan kejanggalan. Demonstrasi tersebut mulai kehilangan arah dan tujuannya dan berubah menjadi medan kerusuhan. Awalnya di tanggal 25 Agustus 2025, gelombang demonstrasi pertama terjadi. Motivasinya adalah menuntut perbaikan DPR sebagai lembaga aspirasi masyarakat agar menghasilkan kebijakan yang lebih empati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Tetapi kemudian demonstrasi ini berubah menjadi kerusuhan, karena massa hilang kendali dengan peristiwa yang terjadi di lapangan. Bentrokan menjadi tidak terhindarkan. Massa menjadi liar dan aparat berubah menjadi represif. Kecurigaan besa...

KATOLIK DI OHOIDERTUTU: MENELUSURI PERJALANAN MISI DAN PENGORBANAN PARA MISIONARIS HATI KUDUS YESUS DI OHOIDERTUTU

Misi Pertama dan Penyebaran Injil (1907–1908) ​Sebelum tahun 1900-an, masyarakat Ohoidertutu di Kepulauan Kei masih memegang teguh kepercayaan animisme. Meskipun para tokoh dari berbagai agama saling bersaing untuk menyebarkan ajaran mereka, tidak ada satu pun yang berhasil menarik minat masyarakat setempat. ​Melihat kondisi tersebut, Tarekat Serikat Misionaris Hati Kudus (MSC) dari Negeri Belanda mengirim dua orang imam untuk membantu pelayanan Mgr. Johannes Aerts, MSC. Kedua imam tersebut adalah Pater Henricus Geurtjens, MSC dan Pater Mathias Neyens, MSC. Pater Henricus Geurtjens sendiri dikenal aktif menulis berbagai buku mengenai kebudayaan adat serta kondisi pulau-pulau di Kepulauan Kei. ​Pada tahun 1907, Pater Henricus Geurtjens berlayar dari Langgur menuju Desa Ohoidertutu. Misi utamanya adalah mengajarkan dan menyebarkan ajaran Yesus Kristus melalui agama Katolik. Di awal perjalanannya, beliau menghadapi tantangan besar karena masyarakat setempat masih terikat kuat dengan tra...

KISAH HEROIK LETNAN KOMARUDIN: PUTRA KEI DALAM PERISTIWA SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

Masa Muda dan Dedikasi untuk Negara Eliakim Teniwut, yang kelak lebih dikenal dengan nama Letnan Komarudin, lahir di Desa Ohoidertutu, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Sejak kecil, ia telah mewarisi jiwa patriotik dan keberanian khas masyarakat tanah kelahirannya. Saat anak-anak sebayanya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, pikiran Komarudin sudah dipenuhi dengan tekad untuk menolong sesama dan membela tanah air. Seiring berjalannya waktu, sifat kedisiplinan dalam dirinya kian menebal. Ketika beranjak dewasa, ia mendaftarkan diri dan diterima menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berkat kedisiplinan dan kesetiaannya yang tinggi kepada negara, ia dikirim ke medan perang Yogyakarta untuk menghadapi agresi militer Belanda. Di sinilah kisah perjuangan dan keteladanannya diukir. "Salah Hitung Tanggal" yang Mengelabui Musuh Usai Agresi Militer Belanda II, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengirimkan surat kepada Panglima Besar Jenderal Soed...